Kota Kediri

Kota Kediri

Hanacaraka:ꦏꦝꦶꦫꦶ
Pegon: كاڎيري
Kota di Jawa Timur, Indonesia
Kantor Gudang Garam Klenteng Tjoe Hwie Kiong
Alun-Alun Kota Kediri Masjid Agung Kota Kediri
Dari kanan atas searah jarum jam: Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Masjid Agung Kota Kediri, Alun-Alun Kota Kediri, dan Kantor Gudang Garam
Lambang resmi Kota Kediri
Lambang
Julukan: 
Kota Tahu
Motto: 
Djojo ing Bojo (Mengalahkan Marabahaya)
Locator kota kediri.png
Kota Kediri is located in Indonesia
Kota Kediri
Kota Kediri
Koordinat: 7°48′59.8″S 112°0′42.9″E / 7.816611°S 112.011917°E / -7.816611; 112.011917
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Tanggal peresmian 27 Juli 879
Dasar hukum UU No. 12/1950
Pemerintahan
 • Wali Kota Abdullah Abu Bakar, S.E.
 • Wakil Wali Kota ptt
Luas
 • Total 63,40 km2 (24,48 sq mi)
Peringkat luas wilayah 69
Populasi
 (2021)[1]
 • Total 292.363 jiwa
 • Peringkat 39
 • Kepadatan 4.611/km2 (11,940/sq mi)
 • Peringkat 31
Demografi
 • Agama Islam 91,47%
Kristen 8,05%
- Protestan 5,70%
- Katolik 2,35%
Buddha 0,40%
Hindu 0,07%
Konghucu 0,01%[2]
 • Bahasa Indonesia, Jawa, dll
Zona waktu WIB (UTC+07:00)
Kode area +62 354
Plat kendaraan AG
Kode Kemendagri 35.71 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan 3
Jumlah kelurahan 46
DAU Rp 646.643.608.000,- (2020)[3]
IPM Kenaikan 78,23 (2020)
Tinggi[4]
Situs web www.kedirikota.go.id

Kota Kediri (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦏꦝꦶꦫꦶ Pegon: كاڎيري, translit. Kadhiri) adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 130 km sebelah Barat Daya Kota Surabaya dan merupakan kota terbesar ketiga di provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kota Malang menurut jumlah penduduk. Kota Kediri merupakan kota tertua yang ada di Jawa Timur. Kota Kediri memiliki luas wilayah 63,40 km² dan seluruh wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Kediri. Kota Kediri terbelah oleh Sungai Brantas yang membujur dari Selatan ke Utara sepanjang 7 kilometer. Penduduk kota ini berjumlah 292.363 jiwa, berdasarkan data registrasi Kementerian Dalam Negeri untuk kota Kediri tahun 2021.[5]

Kediri dikenal merupakan pusat perdagangan utama untuk gula dan industri rokok terbesar di Indonesia.[6] Di kota ini juga, pabrik rokok kretek Gudang Garam berdiri dan berkembang. Pada tahun 2010, Kediri dinobatkan sebagai peringkat pertama Indonesia yaitu Most Recommended City for Investment[7] berdasarkan survei oleh SWA yang dibantu oleh Business Digest, unit bisnis riset grup SWA.

Artefak arkeologi yang ditemukan pada tahun 2007 menunjukkan bahwa daerah sekitar Kediri menjadi lokasi kerajaan Kediri, sebuah kerajaan Hindu pada abad ke-11.[8]

Menurut Serat Calon Arang, awal mula Kediri sebagai permukiman perkotaan dimulai ketika Airlangga memindahkan pusat pemerintahan kerajaannya dari Kahuripan ke Dahanapura. Dahanapura ("Kota Api") selanjutnya lebih dikenal sebagai Daha. Sepeninggal Airlangga, wilayah Medang dibagi menjadi dua: Panjalu di barat dan Janggala di timur. Daha menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu dan Kahuripan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Jenggala. Panjalu oleh penulis-penulis periode belakangan juga disebut sebagai Kerajaan Kadiri/Kediri, dengan wilayah kira-kira Kabupaten Kediri sampai Kabupaten Madiun sekarang.

Semenjak Kerajaan Tumapel (Singasari) menguat, ibukota Daha diserang dan kota ini menjadi kedudukan raja vazal, yang terus berlanjut hingga Majapahit, Demak, dan Mataram.

Pasukan VOC menyerbu Kediri - ketika itu dijadikan ibukota oleh Trunajaya - pada tahun 1678 dalam Perang Trunajaya.

Kediri jatuh ke tangan VOC sebagai konsekuensi Geger Pecinan. Jawa Timur pada saat itu dikuasai Cakraningrat IV, adipati Madura yang memihak VOC dan menginginkan bebasnya Madura dari Kasunanan Kartasura. Karena Cakraningrat IV keinginannya ditolak oleh VOC, ia memberontak. Pemberontakannya ini dikalahkan VOC, dibantu Pakubuwana II, sunan Kartasura. Sebagai pembayaran, Kediri menjadi bagian yang dikuasai VOC. Kekuasaan Belanda atas Kediri terus berlangsung sampai Perang Kemerdekaan Indonesia.

Perkembangan Kota Kediri menjadi swapraja dimulai ketika diresmikannya Gemeente Kediri pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan Staasblad (Lembaran Negara) no. 148 tertanggal 1 Maret 1906.[9] Gemeente ini menjadi tempat kedudukan Residen Kediri dengan sifat pemerintahan otonom terbatas dan mempunyai Gemeente Raad ("Dewan Kota"/DPRD) sebanyak 13 orang, yang terdiri dari delapan orang golongan Eropa dan yang disamakan (Europeanen), empat orang Pribumi (Inlanders) dan satu orang Bangsa Timur Asing. Sebagai tambahan, berdasarkan Staasblad No. 173 tertanggal 13 Maret 1906 ditetapkan anggaran keuangan sebesar f. 15.240 dalam satu tahun. Baru sejak tanggal 1 November 1928 berdasarkan Stbl No. 498 tanggal 1 Januari 1928, Kota Kediri menjadi "Zelfstanding Gemeenteschap" ("kota swapraja" dengan menjadi otonomi penuh).

Kediri pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 menjadi salah satu titik rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman. Kediri juga mencatat sejarah yang kelam juga ketika era Pemberontakan G30S PKI karena banyak penduduk Kediri yang ikut menjadi korbannya.

Luas wilayah Kota Kediri adalah 63,40 km² atau (6.340 ha) dan merupakan kota sedang di Provinsi Jawa Timur. Terletak di daerah yang dilalui Sungai Brantas dan di antara sebuah lembah di kaki gunung berapi, Gunung Wilis dengan tinggi 2552 meter. Kota ini berjarak ±130 km dari Surabaya, ibu kota provinsi Jawa Timur terletak antara 07°45'-07°55'LS dan 111°05'-112°3' BT.[10] Dari aspek topografi, Kota Kediri terletak pada ketinggian rata-rata 67 meter di atas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%

Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh Sungai Brantas, yaitu sebelah timur dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kecamatan Kediri dan Kecamatan Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kecamatan Mojoroto yang mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m).

Batas Wilayah

Seluruh wilayah kota Kediri berbatasan dengan Kabupaten Kediri, dengan batas wilayah sebagai berikut:[1]

Iklim

Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, wilayah Kota Kediri beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau di kota ini berlangsung sejak awal bulan Mei hingga awal bulan November dengan bulan terkering adalah Agustus. Sementara itu, musim hujan di wilayah Kediri berlangsung pada pertengahan November hingga akhir April dengan bulan terbasah adalah Januari dengan curah hujan bulanan lebih dari 325 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kota Kediri berkisar antara 1.500–2.00 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar pada 80–130 hari hujan per tahun. Suhu udara di kota ini bervariasi antara 19°-32 °C dengan tingkat kelembapan relatif berkisar antara 67%–84%.

Data iklim Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.5
(85.1)
29.6
(85.3)
29.9
(85.8)
30.5
(86.9)
30.7
(87.3)
30.8
(87.4)
30.7
(87.3)
31.4
(88.5)
32.2
(90)
32.3
(90.1)
31.4
(88.5)
30.2
(86.4)
30.77
(87.38)
Rata-rata harian °C (°F) 25.5
(77.9)
25.6
(78.1)
25.7
(78.3)
26
(79)
25.9
(78.6)
25.5
(77.9)
25
(77)
25.4
(77.7)
26.2
(79.2)
26.6
(79.9)
26.4
(79.5)
25.8
(78.4)
25.8
(78.46)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.5
(70.7)
21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.6
(70.9)
21.1
(70)
20.2
(68.4)
19.4
(66.9)
19.5
(67.1)
20.2
(68.4)
21
(70)
21.4
(70.5)
21.5
(70.7)
20.88
(69.62)
Presipitasi mm (inci) 328.3
(12.925)
322.5
(12.697)
321
(12.64)
198.7
(7.823)
127.6
(5.024)
38.4
(1.512)
27.2
(1.071)
16.9
(0.665)
28.8
(1.134)
74.1
(2.917)
137.1
(5.398)
262.3
(10.327)
1.882,9
(74,133)
Rata-rata hari hujan 17.8 17.4 15.8 10.6 7.3 5.9 2.5 1.6 2 3.4 6.7 14.5 105.5
% kelembapan 83.2 84.1 83.6 79.8 79.2 75.8 72.2 69.8 67.6 68.7 73.4 79.2 76.38
Kemungkinan sinar matahari (persen) 55.6 54.8 59.9 71.5 74.9 78.7 86.1 86.4 83.3 79.2 69.3 59.3 71.58
Sumber #1: Climate-Data.org [11]
Sumber #2: Weatherbase [12]

Daftar Wail Kota

Berikut ini adalah Daftar Wali Kota Kediri dari masa ke masa.

No. Wali Kota Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Wali Kota Ket.
1   Mr.
L.K. Wennekendonk
1929 1936 1  
2 J.G. Ruesink 1936 1940 2  
3 M. Scheltema 1940 1941 3  
4 Dr.
J.R. Lette
1941 1942 4  
5 R. Soeprapto 1945 1950 5
6 R. Dwidjo Soemarto 1950 1960 6  
7
7 R. Soedjono 1960 1966 8  
8 Hartojo 1966 1968 9
9 Anwar Zainudin 1968 1973 10  
10 Drs.
Soedarmanto
1973 1978 11
11 Drs.
Setijono
1978 1989 11
12
12 Drs.
Wijoto
1989 1999 13
14
13 A. Maschut.jpg Drs. H.
Achmad Maschut
1999 2009 15  
16
14 Dr.
Samsul Ashar
Sp.PD
2009 2014 17 Abdullah Abu Bakar
15 Abdullah Abu Bakar 2016.jpg Abdullah Abu Bakar
S.E
2014 Petahana 18 Lilik Muhibbah


Secara administrasi pemerintahan Kota Kediri dipimpin oleh seorang wali kota dan wakil wali kota yang dipilih langsung oleh rakyat Kediri dalam pemilihan wali kota Kediri setiap lima tahun sekali. Wali kota Kediri membawahi koordinasi atas wilayah administrasi kecamatan yang dikepalai oleh seorang camat. Kecamatan dibagi lagi menjadi kelurahan-kelurahan yang dikepalai oleh seorang lurah. Seluruh camat dan lurah merupakan jajaran pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kota. Pemilihan wali kota dan wakil wali kota secara langsung pertama di kota Kediri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, setelah sebelumnya wali kota dan wakilnya dipilih oleh anggota DPRD kota. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri saat ini adalah Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibbah yang berasal dari Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia.

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Kediri dalam dua periode terakhir.[13][14]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 4 Penurunan 3
  Gerindra 3 Kenaikan 4
  PDI-P 4 Kenaikan 5
  Golkar 3 Penurunan 2
  NasDem 1 Kenaikan 3
  PKS 3 Penurunan 2
  PPP 2 Penurunan 1
  PAN 6 Penurunan 5
  Hanura 2 Steady 2
  Demokrat 2 Kenaikan 3
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 10 Kenaikan 10

Kecamatan

Berkas:Peta Administratif Kota Kediri.jpg
Peta Pembagian Administratif Kota Kediri.

Kota Kediri terdiri dari 3 kecamatan dan 46 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 287.528 jiwa dengan luas wilayah 63,40 km² dan sebaran penduduk 4.535 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Kediri, adalah sebagai berikut:

Menurut catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri, jumlah penduduk Kota Kediri pada tahun 2021 sebanyak 292.363 jiwa.[5] Kepadatan penduduk Kota Kediri adalah sebesar 4.611 jiwa/km².

Menjadi situs sebuah ibukota kuno bagi kerajaan Jawa, kota ini merupakan salah satu pusat kebudayaan utama bagi suku Jawa dan di kota ini juga berisi beberapa reruntuhan kuno dan candi era Kerajaan Kediri dan Kerajaan Majapahit.

Suku bangsa

Mayoritas penduduk Kota Kediri adalah suku Jawa, diikuti dengan Tionghoa, Batak, Manado, Ambon, Madura, Sunda, Arab, dan berbagai perantau di luar suku Jawa lainnya yang tinggal dan menetap di kota ini.

Agama

Berdasarkan data BPS Kota Kediri, penduduk kota Kediri mayoritas beragama Islam yakni 91.47%, diikuti dengan Kristen 8.05% (Protestan 5.70%, dan Katolik 2.35%), Buddha 0.40%, Hindu 0.07% dan Konghucu 0.01%.[2]

Banyak tempat ibadah seperti Masjid, Klenteng, Pura, Gereja dan lainnya telah berdiri ratusan tahun seperti bangunan Gereja GPIB Kediri peninggalan masa kolonial Belanda dan Klenteng Tjio Hwie Kiong. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kediri terjalin dengan baik.

Bahasa

Bahasa Indonesia menjadi bahasa formal di masyarakat Kota Kediri, sedangkan Bahasa Jawa menjadi yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan keluarga, tetangga, teman, atau orang-orang sesama penutur bahasa Jawa lainnya. Berbeda dengan bahasa Jawa Dialek Surabaya dan Dialek Malang yang memiliki dialek dan gaya bahasa Jawa yang blak-blakan dan egaliter, bahasa Jawa mayoritas masyarakat Kediri dan wilayah Mataraman Jawa Timur lainnya cenderung halus dari segi pemakaian kata dan penuturan.

Dealer Chevrolet dan Pontiac di Kediri pada tahun 1929

Kota ini berkembang seiring meningkatnya kualitas dalam berbagai aspek, yaitu pendidikan, pariwisata, perdagangan, birokrasi pemerintah, hingga olahraga. Pusat perbelanjaan dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern sudah beroperasi di kota ini.

Industri rokok Gudang Garam yang berada di kota ini, menjadi penopang mayoritas perekonomian warga Kediri, yang sekaligus merupakan perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Sekitar 16.000 warga kediri menggantungkan hidupnya kepada perusahaan ini[butuh rujukan]. Gudang Garam menyumbangkan pajak dan cukai yang relatif besar kepada pemerintah kota.

Di bidang pariwisata, kota ini mempunyai beragam tempat wisata, seperti Kolam Renang Pagora, Water Park Tirtayasa, Dermaga Jayabaya, Goa Selomangleng, dan Taman Sekartaji. Di area sepanjang Jalan Dhoho menjadi pusat pertokoan terpadat di Kediri. Beberapa sudut kota juga terdapat minimarket, cafe, resort, hiburan malam dan banyak tempat lain yang menjadi penopang ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kota Kediri menerima penghargaan sebagai kota yang paling kondusif untuk berinvestasi dari sebuah ajang yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan kualitas otonomi.[butuh rujukan] Kediri menjadi rujukan para investor yang ingin menanamkan modalnya di kota ini. Beberapa perguruan tinggi swasta, pondok pesantren, dan lain sebagainya juga memberi dampak ke sektor perekonomian kota ini. Pondok pesantren besar yang ada di Kota Kediri di antaranya adalah Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Wali Barokah.

Pariwisata

Meliputi Wisata Rekreasi, Kuliner, Alam dan Religi, yaitu:

  • Candi Setono Gedong.
  • Candi Siti Inggil (rusak parah)
  • Museum Airlangga, di Kelurahan Pojok
  • Candi Klotok, kelurahan Pojok
  • Goa Selomangleng, Selobale & padedehan di Gunung Klotok
  • Museum Fotografi Kediri
  • Klenteng Tjio Hwie Kiong
  • Gereja Merah GPIB Kediri, bangunan khas era kolonial
  • Jembatan Lama
  • Monumen Kediri Syu
  • Waterpark Selomangleng, di Kelurahan Pojok
  • Kolam Renang Pagora
  • Kolam Renang Tirtoyoso
  • Alun-Alun Kota Kediri
  • Taman Sekartaji
  • Taman Brantas
  • Taman Ngronggo
  • Hutan Joyoboyo
  • Masjid Banjar Mlati, Masjid Tertua di Kota Kediri
  • Masjid Auliyya Setono Gedong
  • Masjid Agung Kota Kediri
  • Makam Kuno Mbah Wassil
  • Wisata Kuliner Soto Kediri Bok Ijo di Terminal Tamanan
  • Pusat Tahu Takwa dan Gethuk Gedang di Jalan Pattimura dan Jalan Yos Sudarso
  • Kuliner Pecel di Jalan Dhoho
  • Kuliner Jagung Bakar di Bundaran Sekartaji

Pusat perbelanjaan, Mall & Pasar di area Kediri

  • Kediri Town Square [17] (Jl. Hasanuddin)
  • Kediri Mall [18] (Jl. Hayam Wuruk)
  • Ramayana [19] (Jl. Panglima Sudirman)
  • Golden Swalayan & Golden Theatre (Jl. Hayam Wuruk)
  • Dhoho Plaza (Jl. Panglima Sudirman)
  • Dhoho Square (Jl. Brigjend Katamso)
  • Hayam Wuruk Trade Center (Jl. Hayam Wuruk)
  • UFO Mall Elektronik (Jl. Joyoboyo)
  • Anfia Komputama (Jl. Sersan Bahrun)
  • AJBS Swalayan (Jl. Kilisuci)
  • Jayabaya Trade Center (Jl. Jayabaya)
  • Mojoroto Indah Trade Center (Jl. Kawi)
  • Borobudur Swalayan dan Toserba (Jl. Dhoho)
  • Kris Galeri Trade Center (Jl. Brawijaya)
  • Plaza Kediri Swalayan (Jl. Yos Sudarso)
  • Komplek Ruko Stadion Brawijaya (Jl. Ahmad Yani)
  • Pasar Pahing (Jl. Letjend. Mt. Haryono)
  • Pasar Setono Betek (Jl. Pattimura)
  • Pasar Bandar (Jl. KH Wachid Hasyim)
  • Pasar Raya Sriratu (Jl. Patiunus)

Televisi

Stasiun analog (PAL) beroperasi hingga 1 November 2022.[20]

Kanal UHF Frekuensi (MHz) Nama Nama Perusahaan Jaringan Pemilik
22 479,25 Trans TV Kediri PT Trans TV Cirebon Kediri Trans TV Trans Media
23 487,25 DhohoTV PT Dhoho Media Televisi Independen
25 503,25 Kilisuci TV PT Kediri Global Mediatama Independen
27 519,25 NET. PT Televisi Anak Kediri NET. Net Visi Media
31 551,25 JTV Kediri PT Jaya Kediri Televisi JPM Jawa Pos Group
35 583,25 Madu TV PT Ma'dinul 'Ulum Media Televisi Ummat Independen Pondok Pesantren Ma'dinul 'Ulum Tulungagung
37 599,25 ABTV PT Astro Blitar Televisi Independen
45 663,25 Kompas TV Kediri PT Balakosa Media Digital Kompas TV KG Media
51 711,25 Indosiar Kediri PT Indosiar Surabaya Televisi Indosiar Surya Citra Media
52 719,25 tvOne Kediri PT Lativi Media Karya Garut dan Kediri tvOne Visi Media Asia
53 727,25 SCTV Kediri PT Elang Citra Perkasa SCTV Surya Citra Media
54 735,25 MetroTV Kediri PT Media Televisi Lestari Lima MetroTV Media Group
55 743,25 antv Kediri PT Cakrawala Andalas Televisi Surabaya dan Samarinda antv Visi Media Asia
56 751,25 Trans7 Kediri PT Trans7 Cirebon Kediri Trans7 Trans Media
57 759,25 RCTI Network Jawa Timur PT RCTI Tiga RCTI Media Nusantara Citra
59 775,25 MNCTV Jawa Timur PT TPI Tiga MNCTV
62 799,25 iNews Kediri PT Televisi Elang Medika Internasional iNews Media Nusantara Citra

Media cetak

Di bidang pendidikan, kota ini memiliki puluhan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Negeri dan Swasta, ada tiga sekolah yang kemudian masuk kedalam segitiga emas pendidikan Kota Kediri (sekolah bergengsi) yaitu SMA Negeri 2 Kediri, SMA Negeri 1 Kediri dan SMA Negeri 7 Kediri. Kemudian diikuti oleh Sekolah Menengah Atas lainnya seperti SMA Negeri 3 Kediri, SMA Negeri 8 Kediri, SMA Negeri 6 Kediri. Dan Sekolah Menengah Atas swasta seperti SMA Katolik Santo Augustinus Kediri, SMA Kristen Petra Kediri. Juga berdiri beberapa Perguruan Tinggi lokal, Madrasah, hingga Pondok Pesantren. Dalam tahap wacana, akan dibangun Universitas Brawijaya Kampus IV di lahan seluas 23 ha di Mrican, Kota Kediri.[21] Pembangunan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain yang sedang berlangsung adalah pembangunan Politeknik Negeri Kediri. Universitas Brawijaya Kampus Kediri telah membuka pendaftaran mahasiswa baru sejak tahun 2011 dan sejak tahun itu pula perkuliahan sudah dilaksanakman.

Sekolah Menengah Atas

Sekolah Menengah Kejuruan

Perguruan Tinggi

Pondok Pesantren

  1. RSUD Gambiran
  2. RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan
  3. RS Baptis Kediri
  4. RS Tk IV DKT Kediri
  5. RS Ratih Kota Kediri
  6. RS AURA SYIFA Kediri
  7. RS Nirmala

Kediri adalah kandang bagi klub sepak bola Persik Kediri yang bermain di Liga Super Indonesia. Tercatat telah memenangkan Piala Liga Indonesia IX & XII pada tahun 2003 & 2006. Stadion Brawijaya menjadi tempat Persik Kediri bertanding.

Kota Kediri mendapat julukan Kota Tahu sebagai ciri khas oleh-oleh kuliner paling terkenal berupa Tahu Kuning yang biasa diburu oleh wisatawan saat berkunjung atau melewati Kota Kediri.[34] Juga ada Nasi Pecel Tumpang sebagai makanan khas daerah ini.[35]

Masakan

Kota Kediri memiliki beberapa masakan khas, yaitu:

Jajanan Pasar

Kota Kediri memiliki beberapa jajanan pasar khas, yaitu:

Oleh-Oleh

Kota Kediri memiliki beberapa oleh-oleh khas, yaitu:

  1. ^ a b "Kota Kediri Dalam Angka 2020". BPS. Diakses tanggal 28 Juli 2020. 
  2. ^ a b "Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Agama yang Dianut di Kota Kediri 2017". Diakses tanggal 28 Juli 2020. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  5. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  6. ^ Kediri, Encyclopædia Britannica
  7. ^ "Kota terbaik untuk berbisnis 2010". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-18. Diakses tanggal 2012-08-26. 
  8. ^ Kediri archeological discovery offers clues on ancient kingdom Diarsipkan 2007-03-28 di Wayback Machine., The Jakarta Post, 24 March 2007.
  9. ^ Sejarah Kota Kediri dari laman www.eastjava.com
  10. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur, 2009
  11. ^ "Kediri, Jawa Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  12. ^ "Kediri, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 19 Oktober 2020. 
  13. ^ Wajah Baru Bakal Warnai Anggota DPRD Kota Kediri
  14. ^ KPU Kota Kediri Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi dan Caleg Terpilih
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  17. ^ "Kediri Town Square". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-07. Diakses tanggal 2014-01-12. 
  18. ^ Kediri Mall
  19. ^ "Ramayana Dept.Store Dan Robinson Supermarket Hadir Di Kota Kediri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-11. Diakses tanggal 2012-08-26. 
  20. ^ "Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11/2021 tentang Perubahan atas Permenkominfo 6/2021". Kemenkominfo. Diakses tanggal 16 Agustus 2021. 
  21. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-03. Diakses tanggal 2021-05-10. 
  22. ^ "Universitas Brawijaya cabang Kediri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-16. Diakses tanggal 2014-01-12. 
  23. ^ "Universitas Wahidiyah" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-14. 
  24. ^ Politeknik Negeri Kediri Diarsipkan 2019-08-12 di Wayback Machine./
  25. ^ "Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 2021-05-10. 
  26. ^ IAIN Kediri/ sejak tahun 2018, diakses 13 Maret 2019
  27. ^ "Universitas Nusantara PGRI". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-25. Diakses tanggal 2021-05-10. 
  28. ^ Institut Ilmu Kesehatan
  29. ^ Universitas Kadiri[pranala nonaktif permanen]
  30. ^ Universitas Islam Kadiri
  31. ^ Universitas Terbuka[pranala nonaktif permanen]
  32. ^ Pondok Pesantren Lirboyo
  33. ^ Pondok Pesantren Wali Barokah
  34. ^ Mengungkap Rahasia Dibalik Julukan Kota Tahu untuk Kediri
  35. ^ a b Saus dari Tempe Busuk nan Lezat
  36. ^ Gurihnya Sate Bekicot Kediri
Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.204.714 Kota Kediri
Kota Kediri
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.462.442
2 Surabaya Jawa Timur 2.970.843 8 Batam Kepulauan Riau 1.169.648
3 Medan Sumatra Utara 2.524.511 9 Bandar Lampung Lampung 1.090.921
4 Bandung Jawa Barat 2.518.260 10 Pekanbaru Riau 1.045.039
5 Semarang Jawa Tengah 1.686.042 11 Padang Sumatra Barat 918.463
6 Palembang Sumatra Selatan 1.685.219 12 Malang Jawa Timur 866.356
Sumber: Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri RI, 2020. Catatan: tidak termasuk kota satelit.

Copyright